Sunday, 13 October 2013

Saat Kematian KekasihNya

BISMILLAHIRROHMANIRRAHIM

dah lama tak mulakan dengan bismillah ^^
Assalamualaikum diucapkan

selama ni asyik tulis pasal aku n kengkawan je kan? kali ni aku nk tulis *actually x tulis pon . just copy n paste dari blog org je* yg lain skit . di mana cerita ni menyentuh perasaan aku mase dgr .
semestinya korg pernah dgr tentang kekeasih Allah kan?
YA! x lain dan tak bukan...

DIA MUHAMMAD

kite selalu dgr pasal kelahiran die, cara dia berdakwah, salasilah keluarga dia, hijrah dan lain2 yg mmbuatkn kita rasa kagum ngan dia. btul x? betul x? btul x?
kisah saat2 kematian beliau insyaAllah dpt meningkatkan rasa cinta kita pada RasulNya~

insyaAllah...
hayatilah~
bismillahirrohmanirrahim

Ketika Rasulullah SAW menjelang kewafatannya, Beliau sedang terbaring di tempat tidurnya di dalam rumahnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. Tapi Saidatina Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang tidak dapat ditemui” kata Saidatina Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Saidatina Fatimah “Siapakah itu wahai anakku ?”. “Tidak tahu ayah, sepertinya aku baru kali ini melihatnya” tutur Saidatina Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah SAW menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah SAW, Saidatina Fatimah pun menahan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, kemudian Rasulullah SAW menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah ?” Tanya Rasululllah SAW dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril.

Tapi itu tidak membuat Rasulullah lega, Rasulullah SAW masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini ?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak ?”. “Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini”.

Mata Saidatina Fatimah terpejam, Saidina Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Tidak sukakah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah SAW pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”.

Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Saidina Ali segera mendekatkan telinganya “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu”.

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Saidatina Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Saidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! - Umatku, umatku, umatku”.

Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi cahaya bagi kegelapan, obat dari seluruh penyakit, penghulu seluruh manusia, rahasia dari segala rahasia, dan makhluk paling sempurna. Rasul yang sangat mengkhawatirkan nasib umatnya dari pada dirinya.

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Namun, bagaimanakah cinta kita kepada Rasulullah? Sudahkah kita mengikuti seluruh Sunnahnya?

Allaahumma sholli ‘alaa saidina Muhammadininnabiyyi ummyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wasallim ‘adadama alimta, wa zinatama alimta, wa mil ama alimta..

Ya ALLAH, selamat dan sejahterakanlah Rasulullah Muhammad SAW, nabi yang tidak perlu membaca dan menulis, dan seluruh ahli keluarga dan para sahabatnya, sebanyak bilangan yang Engkau tahu, seberat timbangan yang Engkau ahu, dan sepenuh apa pun jua yang Engkau tahu.


begitu cinta dan sayangnya nabi kpd kite semua... sampaikan beliau berkata beliau sanggup menanggung kesakitan mati semua umat beliau. tp malaikat cakap x boleh . sbb Allah dh tentukan "kalau banyak amalan kebaikan, maka ringanlh kesakitan yg dialami . namun, jika kurang amalan kebaikan, maka beratlh kesaitan yang dialami"
insyaAllah dgn mmbaca kisah ini, dpt meningkatkan rasa ingin mengikut sunnah nabi. sbb di padang mahsyar nnt tiada siapa yg mmpu mmbantu n mmberi syafaat kpd kita . hanya beliau je lah yg boleh mmberinya.

semoga kite semua dpt menjadi umatnya yang solah dan solehah dan mendpt syafaatnya di akhirat kelak
amiiinnnn

Ya rasulullah, insan mulia,
dakwahnya hebat . tiada tandingan,
air matanya . mmbasahi pipi,
menyenangkan umat . yg keras hati.

Esok ada hari lagi. Kalau boleh datang lah lagi

No comments: